Selasa, 24 April 2012

LAPORAN KEUANGAN BANK SYARIAH DAN BANK KONVENSIONAL

Contoh laporan keuangan Bank Syariah

Laporan Keuangan BANK SYARIAH MANDIRI
IKHTISAR KEUANGAN
Periode : Januari 2009 (Unaudited)
(dalam jutaan rupiah)
Pos-Pos
Total
Neraca
- Total Aktiva
17,157,081
- Total Aktiva Produktif
16,366,580
- Pembiayaan Yang Diberikan
13,092,311
- Penempatan SBIS
1,440,000
- Total Dana Pihak Ketiga
14,903,349
- Surat Berharga yang dimiliki
1,217,348
- Total Modal
1,326,578
- Modal Disetor
658,244
Laba/Rugi
- Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib
162,844
- Pendapatan Usaha Lainnya
21,699
- Hak Pihak Ketiga atas Bagi Hasil
83,300
- Jumlah beban usaha
72,133
- Laba Sebelum Pajak
30,075
- Laba Setelah Pajak
21,363
Rasio Keuangan
- Laba Bersih / Total Aktiva Produktif
0.13%
- Total Modal / Total Aktiva
7.73%
- CAR (Rasio Kecukupan Modal)
14.82%
- LDR (Total Pembiayaan / Total Dana Pihak Ketiga)
87.85%
- ROA (Laba sblm pajak/rata-rata total asset)
2.10%
- ROE (Laba Setelah Pajak/Rata-Rata Total Modal)
1,96%
- PPAP Telah Dibentuk Terhadap PPAP Wajib Dibentuk
108.78%
NERACA
Periode 31 JANUARI 2009
(dalam ribuan rupiah)
No.
Pos-pos
Jumlah
Aktiva
1
Kas
274,134,338
2
Penempatan pada Bank Indonesia
2,379,175,914
3
Giro pada bank lain
385,434,499
4
Penempatan pada bank lain
30,000,000
5
Investasi dalam surat-surat berharga
1,217,348,253
6
Piutang
a. Murabahah
6,618,924,076
b. Istishna
142,952,252
c. Salam
-
d. Pendapatan Ijarah
2,137,738
7
Pembiayaan:
a. Pembiayaan Mudharabah
2,878,021,057
b. Pembiayaan Musyarakah
2,621,698,065
8
Pinjaman Qardh
685,293,712
9
Penyisihan Kerugian Penghapusbukuan Aktiva Produktif
(604,545,062)
10
Penyisihan Kerugian Penghapusbukuan Aktiva Non Produktif
(24,300,000)
11
Persediaan
-
12
Tagihan dan kewajiban Akseptasi
-
13
Aktiva Ijarah
145,421,757
14
Aktiva Istishna Dalam Penyelesaian
-
15
Penyertaan Pada Entitas Lain
-
16
Aktiva Tetap dan Akumulasi Penyusutan
-
a. Aktiva Tetap
384,692,245
b. Akumulasi penyusutan -/-
(194,553,625)
17
Aktiva lainnya
215,245,653
TOTAL AKTIVA
17,157,080,872
KEWAJIBAN, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS
1
KEWAJIBAN
1.1 Kewajiban Segera
196,582,884
1.2 Bagi Hasil Yang Belum Dibagikan
69,376,773
1.3 Simpanan Wadiah
1,830,777,036
1.4 Simpanan dari Bank Lain
12,907,602
1.5 Hutang
a. Salam
-
a. Istishna
-
1.6 Kewajiban kepada bank Lain
8,325,245
1.7 Pembiayaan yang diterima
-
1.8 Utang Pajak
15,537,958
1.9 Estimasi kerugian Komitment dan Kontjensi
2,423,923
1.10 Pinjaman yang Diterima
-
1.11 Kewajiban lainnya
252,926,771
1.12 Pinjaman subordinasi
-
1.13 Surat Berharga yang diterbitkan
200,000,000
1.14 Penyisihan risiko operasional
-
DANA SYIRKAH TEMPORER
2
2.1 Dana syirkah temporer dari bukan bank:
a. Giro
-
b. Tabungan
5,306,722,444
c. Deposito
7,765,849,772
2.2 Dana syirkah temporer dari bank:
a. Tabungan
59,249,284
b. Deposito
109,822,539
2.3. Musyarakah
-
3
EKUITAS
3.1. Modal Disetor
658,243,565
3.2. Tambahan Modal Disetor
-
3.3. Laba Rugi Belum Terealisasi-Surat Berharga
819,667
3.4. Saldo Laba (rugi)
a. Saldo laba tahun lalu
646,152,893
b. Saldo laba tahun berjalan
21,362,516
JUMLAH KEWAJIBAN, DANA SYIRKAH TEMPORER DAN EKUITAS
17,157,080,872
LABA / RUGI
Periode : 1 Januari 2009 s/d 31 Januari 2009
(dalam ribuan rupiah)
No.
Pos-pos
Bulan Berjalan
Kumulatif
1
Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank sebagai Mudharib
1.1 Pendapatan dari jual-beli
a. Murabahah
73,633,306
73,633,306
b. Istishna
947,983
947,983
c. Lainnya
-
-
1.2 Pendapatan dari sewa
Pendapatan bersih ijarah
1,067,060
1,067,060
1.3 Pendapatan dari bagi hasil:
a. mudharabah
37,557,711
37,557,711
b. musyarakah
23,176,679
23,176,679
1.4 Pendapatan usaha utama lainnya
26,461,752
26,461,752
Jumlah Pendapatan Pengelolaan Dana oleh Bank Sebagai Mudharib
162,844,491
162,844,491
2
Hak Pihak Ketiga Atas Bagi Hasil
2.1 Bagi hasil Tabungan
20,464,627
20,464,627
2.2 Bagi hasil Deposito
60,708,574
60,708,574
2.3 Bagi hasil Penempatan Dana
-
-
2.4 Bagi hasil Surat Berharga
2,126,748
2,126,748
Jumlah Hak Pihak Ketiga Atas Bagi Hasil
83,299,949
83,299,949
3
Pendapatan Usaha Lainnya
3.1 Pendapatan imbalan jasa perbankan
a. Pendapatan fee rahn
-
-
b. Pendapatan fee jasa-jasa
982,101
982,101
c. Pendapatan fee lainnya
14,493,664
14,493,664
d. Pendapatan administrasi
3,789,087
3,789,087
e. Pendapatan transaksi valuta
asing
1,474,672
1,474,672
3.2 Pendapatan imbalan investasi terikat
Pendapatan fee investasi terikat
959,794
959,794
Jumlah Pendapatan Usaha Lainnya
21,699,318
21,699,318
4
Beban Usaha
4.1 Beban kepegawaian
26,319,830
26,319,830
4.2 Beban administrasi
11,694,131
11,694,131
4.3 Beban penyusutan dan amortisasi:
a. Beban penyusutan aktiva tetap
2,891,506
2,891,506
b. Beban (Pembalikan) penyisihan
kerugian aktiva produktif
23,000,000
23,000,000
c. Beban (Pembalikan) penyisihan
kerugian aktiva non produktif
-
-
d. Beban (Pembalikan) estimasi
kerugian komitmen dan
kontinjensi
-
-
e. Beban penyisihan risiko
operasional
-
-
4.4 Beban Usaha Lain:
a. Beban bonus wadiah
1,330,060
1,330,060
b. Beban transaksi valuta asing
-
-
c. Beban premi dalam rangka penjaminan
2,773,944
2,773,944
d. Beban sewa
2,971,353
2,971,353
e. Beban promosi
1,152,016
1,152,016
f. Lainnya
-
-
Jumlah Beban Usaha
72,132,840
72,132,840
LABA (RUGI) USAHA
29,111,020
29,111,020
5
Pendapatan dan Beban Nonusaha
5.1 Pendapatan non usaha
2,157,413
2,157,413
5.2 Beban non usaha
1,193,167
1,193,167
Jumlah Pendapatan (Beban) Nonusaha
964,246
964,246
LABA (RUGI) USAHA SEBELUM ZAKAT DAN PAJAK
30,075,266
30,075,266
6
Zakat
-
-
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK
30,075,266
30,075,266
7
Beban Pajak
7.1 Pajak tangguhan
-
7.2 Taksiran pajak penghasilan
8,712,750
Jumlah Beban Pajak
8,712,750
LABA (RUGI) BERSIH PERIODE BERJALAN
21,362,516
DISTRIBUSI PENDAPATAN
Periode : Maret 2009(audited)
(dalam jutaan rupiah)
NO.
JENIS SIMPANAN
POSISI
SALDO
DISTRIBUSI
NASABAH
SALDO AKHIR
RATA-RATA
BAGI HASIL
BONUS DAN
INDIKASI
NISBAH
RATE OF
BAGI HASIL
RETURN
1
SIMPANAN WADIAH
2,023,313,465,965.08
1,995,178,017,858.05
19,375,749,065.45
1,613,340,017.04
1.1 GIRO BSM
1,476,486,880,565.80
1,429,989,388,021.91
13,887,039,302.04
1,110,963,144.16
0.93%
1.2 GIRO BSM VALAS
355,917,541,348.15
373,977,469,095.17
3,631,803,043.37
290,544,243.47
0.93%
1.3 GIRO BSM SGD
367,178,617.08
378,229,262.40
3,673,093.43
73,461.87
0.23%
1.4 GIRO BSM EUR
619,110,789.98
1,440,911,858.37
13,993,110.56
699,655.53
0.58%
1.5 SYARIAH MANDIRI VALAS
149,823,140,138.10
159,473,570,666.73
1,548,693,830.90
123,895,506.47
0.93%
1.6 TABUNGAN BSM SIMPATIK
40,099,614,505.97
29,918,448,953.47
290,546,685.14
87,164,005.54
3.50%
2
TABUNGAN MUDHARABAH
5,485,552,957,296.86
5,296,468,356,833.34
51,435,531,514.76
19,531,971,717.31
2.1 TABUNGAN BSM
4,698,483,484,254.99
4,535,180,017,961.77
44,042,440,929.15
40.00%
17,616,976,371.66
4.66%
2.2 TABUNGAN BSM MABRUR
648,499,207,383.13
505,770,066,198.11
4,911,678,957.85
25.00%
1,227,919,739.46
2.91%
2.3 TABUNGAN BSM MABRUR
-
119,748,802,941.54
1,162,915,156.40
2.50%
29,072,878.91
0.29%
2.4 TABUNGAN BSM QURBAN
259,377,119.78
245,764,992.84
2,386,694.71
13.00%
310,270.31
1.51%
2.5 TABUNGAN INVESTA BSM
98,097,400,911.54
96,269,494,442.92
934,900,821.02
52.00%
486,148,426.93
6.06%
2.6 TABUNGAN BERENCANA BSM
40,213,487,627.42
39,254,210,296.16
381,208,955.62
45.00%
171,544,030.03
5.24%
3
DEPOSITO BERJANGKA MUDHARABAH
7,952,787,055,817.26
7,969,760,185,327.76
77,396,639,337.72
43,287,826,041.43
3.1 DEPOSITO BSM 1 BULAN
4,506,739,805,081.22
4,569,925,031,365.64
44,379,859,773.47
56.00%
24,852,721,473.14
6.53%
3.2 DEPOSITO BSM 1 BULAN
51,671,919.19
20,622,521.40
200,271.25
58.00%
116,157.33
6.76%
3.3 DEPOSITO BSM 1 BULAN
915,694,627,806.93
887,009,671,048.23
8,614,006,695.66
60.00%
5,168,404,017.39
6.99%
3.4 DEPOSITO BSM 1 BULAN VALAS
289,306,293,032.65
290,426,439,803.00
2,820,414,904.95
20.00%
564,082,980.99
2.33%
3.5 DEPOSITO BSM 3 BULAN
499,012,600,054.72
514,538,223,804.41
4,996,829,064.77
57.00%
2,848,192,566.92
6.64%
3.6 DEPOSITO BSM 3 BULAN
248,596,142,600.11
240,941,647,854.39
2,339,853,820.79
61.00%
1,427,310,830.68
7.11%
3.7 DEPOSITO BSM 3 BULAN VALAS
19,883,284,160.25
18,660,565,997.24
181,218,137.40
21.00%
38,055,808.85
2.45%
3.8 DEPOSITO BSM 6 BULAN
367,523,718,352.08
379,094,546,309.14
3,681,496,455.77
58.00%
2,135,267,944.34
6.76%
3.9 DEPOSITO BSM 6 BULAN
266,186,165,619.81
249,638,238,338.01
2,424,308,918.75
64.00%
1,551,557,708.00
7.46%
3.10 DEPOSITO BSM 6 BULAN VALAS
16,908,287,871.35
16,862,228,912.15
163,753,967.40
22.00%
36,025,872.83
2.56%
3.11 DEPOSITO BSM 12 BULAN
141,017,151,690.99
143,909,146,428.45
1,397,543,218.93
55.00%
768,648,770.41
6.41%
3.12 DEPOSITO BSM 12 BULAN
359,337,928,097.30
352,001,022,932.99
3,418,383,437.51
59.00%
2,016,846,228.13
6.88%
3.13 DEPOSITO BSM 12 BULAN
309,584,362,717.16
293,416,900,114.42
2,849,456,127.37
65.00%
1,852,146,482.79
7.57%
3.14 DEPOSITO BSM 12 BULAN VALAS
12,945,016,813.50
13,315,899,898.29
129,314,543.72
22.00%
28,449,199.62
2.56%
TOTAL
15,461,653,479,079.20
15,261,406,560,019.2



Contoh laporan keuangan Bank Konvensional

Tingkat Kesehatan Bank 
Akhir tahun 2011,  membukukan total aset sebesar Rp 299,06 triliun atau naik 20% dibanding posisi aset pada akhir tahun 2010 sebesar Rp 248,58 triliun. Total pinjaman/kredit yang disalurkan juga tumbuh 20% dari Rp 136,36 triliun menjadi Rp 163,53 triliun. Komposisinya 75,5% disalurkan di sektor business banking dan 21,2% sektor konsumer dan retail, dan sisanya berupa pembiayaaan anak perusahaan. Akhir tahun 2011, membukukan total aset sebesar Rp 299,06 triliun atau naik 20% dibanding posisi aset pada akhir tahun 2010 sebesar Rp 248,58 triliun. Total pinjaman/kredit yang disalurkan juga tumbuh 20% dari Rp 136,36 triliun menjadi Rp 163,53 triliun. Komposisinya 75,5% disalurkan di sektor business banking dan 21,2% sektor konsumer dan retail, dan sisanya berupa pembiayaaan anak perusahaan.

Jumat, 23 Maret 2012

Sistem IT Perbankan Mendesak Diperbaiki

VIVAnews - Erwin Sukianto, Country ManagerSAS Indonesia mengatakan, untuk meningkatkan keamaanan dalam penyaluran kredit, perbankan harus mulai memperbaiki teknologi informasi (IT) dalam menganalisis data nasabah.

Menurut Erwin, pihaknya mempunyai program seperti IT Credit Scoring for Banking, di mana program IT tersebut dapat memberikan solusicredit scoring yang terintegrasi dan sudah mulai banyak digunakan oleh industri perbankan.

"Program Credit Scoring ini dapat membantu bank untuk mengumpulkan dan mengatur data, serta mampu membuat database untuk modeling, dan dapat mengembangkanscorecards dengan tools dan data mining yang telah teruji keakuratannya," klaim Erwin di Jakarta, Selasa 28 Februari 2012.

Program seperti ini, Erwin menambahkan, perlu digunakan di seluruh perbankan di Indonesia. Apalagi, mengingat kondisi perekonomian Indonesia yang sedang tumbuh signifikan, dan meningkat dalam penyaluran kredit.

"Seperti diketahui, menurut data statistik Bank Indonesia, antara tahun 2011 dan 2010, peningkatan kredit mencapai 25 persen,” kata Erwin. “Dengan demikian, perbankan membutuhkan sistem IT yang lebih efisien untuk melayani masyarakat," jelasnya.

Erwin menambahkan, dengan penerapan dari program IT Credit Scoring seperti yang mereka tawarkan, pelayanan perbankan akan jauh lebih cepat, karena Credit Scoring dapat digunakan untuk analisis data nasabah dalam memberikan persetujuan atau penolakan kredit berdasarkan pengukuran yang dikembangkan secara empiris.

"Program ini secara keseluruhan dapat digunakan untuk menentukan batas kredit optimal, pembayaran awal down payment, dan penentuan cicilan," ujarnya.

Selain itu, manfaat lain dari credit scoring adalah untuk meningkatkan penargetan audit pada rekening berisiko tinggi, sehingga mengoptimalkan waktu kerja karyawan. "Credit scoring telah membantu bank dapat memenuhi kualifikasi advanced ratings-based (IRB) di bawah basel II," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Naeem Siddig, SAS Global Product Manager untuk Banking Analytics Solution mengungkapkan, di dalam Credit Scoring, terdapat Risk Scoring yang merupakan alat untuk mengevaluasi tingkat risiko berkaitan dengan pemohon kredit.

"Ketika aplikasi terhadap individu tidak teridentifikasi sebagai "baik atau buruk," maka alat ini akan menunjukkan keganjilan statistik. Dengan menggunakan kemungkinan ini, bank dapat mengukur risiko secara akurat dan memberikan layanan cepat untuk waktu cepat," tegas Siddig. (art)

SUMBER : VIVAnews SELASA, 28 FEBRUARI 2012

PEMBOBOLAN MESIN ATM

Pembobolan mesin ATM

TRIBUNNEWS.COM,MANADO--Tindak pidana pembobolan mesin ATM yang marak di Kota Manado, dipicu oleh peluang untuk melakukan pencurian karena lengahnya pengawasan dari perbankan dan pihak aparat penegak hukum.

"Ada peluang dan kesempatan karena ATM tidak terjaga demham baik, maka penjahat tersebut memanfaatkannya," kata pengamat hukum pidana dari Universitas Katolik De La Salle, Ignatius Rusyadi, Sabtu (17/3).

Dia menjelaskan bahwa sebenarnya pembobolan ATM itu merupakan bagian kejahatan yang terorganisir, sifatnya sistemik, ada pelaku intelektualnya yang mengetahui secara mendalam tentang perbankan.

Orang awam tidak mungkin mengetahui hal ini. Jadi, kata dia, dugaannya pasti penjahat tersebut pernah bekerja di perbankan, berpengalaman dalam menangani ATM bank. "Yang lakukan ini bukan orang sembarangan, sudah berpengalaman di bidang cyber crime," tuturnya.

Menurutnya, model kejahatan pembobolan ATM di Kota Manado itu adalah gaya baru. Sebelumnya di kota ini dikenal daerah yang aman dan terkendali. Melihat kondisi inilah, kemudian dijadikan momen yang tepat bagi para pelaku kejahatan pembobolan ATM, sebagai ladang emas yang baru. "Selama ini dianggap aman, maka pengawasan menjadi lengah, oleh pelaku dimanfaatkan," katanya.

Sebagai langkah solutif, sebaiknya pihak perbankan menguatkan pengawasan sistem ATM dengan memasang CCTV yang lebih banyak, terpasang di berbagai sudut agar setiap orang yang mencurigakan dapat terekam. "Kalau sampai terekam pelakunya tentu pihak aparat hukum akan semakin mudah untuk melacaknya dan dapat segera tertangkap," tutur Ignatius.

Selain itu, metode keamanan lainnya adalah perbankan harus berkoordinasi kembali dengan aparat hukum dalam memerangi kejahatan cyber crime ini. Caranya dengan pengetatan keamanan secara intensif. "Harus menebar intel-intel yang berpakaian sipil. Kalau perlu mengawasinya harus 24 jam, di saat situasi ATM sepi dari aktivitas masyarakat," tandasnya.

Sementara itu, pengamat sosial dari Universitas Lambung Mangkurat, Mahyudin Damis melihat pembobolan ATM sebagai bentuk kejahatan baru di Kota Manado. Secara sosial, inilah patologi sosial yang terjadi pada masyarakat Kota Manado, karena secara rasional tindakan pembobolan tersebut adalah cara teraman dan menguntungkan bagi pelaku kejahatan ini.

Meski gaya kriminal penjambretan sama-sama jenis patologi sosial dengan pembobolan ATM, tindakan pidana jambret terlalu berisiko besar, apalagi dari sisi keuntungan yang diperoleh pun belum dapat dipastikan. Karena latar belakang inilah kemudian secara sosial pelaku pidana ini mencari akal, beralih gaya kriminal yang lebih aman dan menguntungkan banyak.

Biasanya untuk melakukan pembobolan ATM, orang yang berbuat bukanlah sembarangan orang, karena dibutuhkan modal keahlian spesial, terutama dalam teknologi keuangan perbankan.

Di kota-kota besar, aksi kejahatan pembobolan ATM sudah jadi hal yang lumrah. Tanda-tanda sebuah kota itu ramai dan maju, maka aksi kejahatan pun berimbang akan menyesuaikan, lebih marak dengan metode pidana yang ragam dan canggih.

Makanya, Kota Manado yang dikatakan sebagai kota yang menuju kemajuan tentu menjadi pelajaran bagi masyarakatnya agar lebih waspada, jangan lantas lengah terlena oleh dinamika kemajuan kota, aparat penegak hukum pun kerjanya harus lebih ekstra, sesuai perubahan sosial yang terjadi.

Sebab itulah, melihat kejadian yang ada, tentu menjadi pelajaran berharga bagi dunia perbankan dan aparat penegak hukum agar lebih sigap dan terus rajin-rajin melakukan pengawasan secara ketat.

SUMBER : TRIBUNNEWS.COM

Selasa, 29 November 2011

TINJAUAN MENYELURUH PADA PROSES BISNIS

Tinjauan Menyeluruh Pada Proses Bisnis
SIA melaksanakan 3 fungsi dasar :
Mengumpulkan dan memproses data mengenai kegiatan bisnis organisasi secara efisien dan efektif.
Menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan.
Membentuk pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa data kegiatan bisnis di catat dan diproses secara akurat dan untuk melindungi data dan aset organisasi lainnya.
(a). Kegiatan Bisnis Dan Kebutuhan Informasi
Siklus Pendapatan mencakup kegiatan penjualan dan penerimaan dalam bentuk uang tunai.
Siklus Pengeluaran mencakup kegiatan pembelian dan pembayaran dalam bentuk uang tunai.
Siklus Penggajian Sumber Daya Manusia mencakup kegiatan emngontrak dan menggaji pegawai.
Siklus Produksi mencakup kegiatan mengubah bahan mentah dan buruh menjadi produk jadi.
Siklus Keuangan mencakup kegiatan untuk mendapatkan dana dari investor dan kreditor dan membayar mereka kembali

(b). Pemrosesan Transaksi : Dokumen Dan Prosedur


Siklus pemrosesan data terdiri dari 4 langkah :
Data input
Data storage
Data processing
Information Output
Data Processing (3)
Batch processing : proses pembaruan secara perodik atas data yang disimpan tentang sumber daya dan pelaku yang terlibat.
On-line, real-time processing : proses pembaruan yang dilakukan secara langsung setelah terjadinya transaksi.
An entity : sesuatu yang disimpan informasinya. Setiap entitas memiliki atribut atau karakteristik khusus yang harus disimpan.
Penyimpanan Data
Setelah data transaksi diperoleh dari dokumen sumber, langkah berikutnya adalah mencatatnya di jurnal :
Journal entry : dibuat untuk setiap transaksi yang menunjukkan rekening dan jumlah yang harus di debet atau di kredit.
Jurnal umum akan mencatat transaksi infrequent dan non routine.
Jurnal tertentu menyederhanakan proses pencatatan transaksi dalam jumlah besar dan berulang
Ada 4 jenis transaksi secara umum :
Penjualan Kredit,
Penerimaan Kas,
Pembelian pada account, dan
pengeluaran kas

Senin, 28 November 2011

Pengantar e-Business , Model , Pengaruh , Faktor dan Infrastruktur

Pengantar e-Business , Model , Pengaruh , Faktor dan Infrastruktur

1. – Pengertian E Business

Bisnis elektronik, biasanya disebut sebagai "eBusiness" atau "e-bisnis", dapat didefinisikan sebagai penerapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mendukung seluruh kegiatan usaha. Commerce merupakan pertukaran produk dan jasa antara perusahaan, kelompok dan individu dan dapat dilihat sebagai salah satu kegiatan penting dari bisnis apapun. Electronic commerce berfokus pada penggunaan ICT untuk mengaktifkan kegiatan eksternal dan hubungan bisnis dengan individu, kelompok dan usaha lainnya.


Metode bisnis elektronik memungkinkan perusahaan untuk menghubungkan data internal dan eksternal sistem pemrosesan lebih efisien dan fleksibel, untuk bekerja lebih erat dengan pemasok dan mitra, dan untuk lebih memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan mereka.

Dalam prakteknya, e-bisnis adalah lebih dari sekedar e-commerce. Sementara e-business mengacu pada fokus yang lebih strategis dengan penekanan pada fungsi yang terjadi dengan kemampuan elektronik, e-commerce adalah bagian dari strategi e-bisnis secara keseluruhan. E-commerce berusaha untuk menambah aliran pendapatan menggunakan World Wide Web atau Internet untuk membangun dan meningkatkan hubungan dengan klien dan partner dan untuk meningkatkan efisiensi dengan menggunakan strategi kapal Kosong. Seringkali, e-commerce melibatkan aplikasi dari sistem manajemen pengetahuan.

E-bisnis melibatkan proses bisnis yang mencakup seluruh rantai nilai: pembelian elektronik dan manajemen rantai suplai, pemrosesan order elektronik, penanganan pelayanan pelanggan, dan bekerja sama dengan mitra bisnis. standar teknis khusus untuk e-bisnis memfasilitasi pertukaran data antara perusahaan. E-bisnis solusi perangkat lunak yang memungkinkan integrasi proses perusahaan intra dan inter bisnis. E-bisnis dapat dilakukan dengan menggunakan Web, Internet, intranet, extranet, atau beberapa kombinasi dari semuanya.


Pada dasarnya, perdagangan elektronik (EC) adalah proses pembelian, mentransfer, atau bertukar produk, jasa, dan / atau informasi melalui jaringan komputer, termasuk internet. EC juga bisa benifited dari berbagai perspektif termasuk proses bisnis, layanan, belajar, kolaboratif, masyarakat. EC sering bingung dengan e-bisnis.

- Model-Model E-Business

B2C (Business to Consumers): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi.

B2C, dapat diartikan sebagai jenis perdagangan elektronik dimana ada sebuah perusahaan (business) yang melakukan penjualan langsung barang-barangnya kepada pembeli (consumer). Kesuksesan dari B2C pada dasarnya dikarenakan faktor penawaran barang kualitas tinggi dengan harga murah dan banyak pula dikarenakan pemberian layanan kepada konsumen yang cukup baik Contoh perusahaan kelas dunia yang telah menerapkan B2C adalah www.Amazon.com dan www.WSJ.com.

B2B (Business to Business): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi).

B2B, adalah bisnis yang dilakukan sebuah perusahaan dengan perusahaan lain(antara perusahaan) baik itu perusahaan yang bergerak pada bidang industri yang sama ataupun berbeda dengan menggunakan media Internet. B2B biasa dilakukan untuk menghemat biaya transaksi. Sebagai contoh perusahaan A ingin memesan sejumlah unit komputer pada perusahaan B, maka perusahaan A dapat mengakses situs resmi perusahaan B dan menuliskan pesanannya. Perusahaan B yang mendapatkan pesan pemesanan barang tersebut akan mengirimkan barang yang dimaksud. Pembayaran biasanya dilakukan berdasarkan kesepakatan sebelumnya. Meskipun tentu saja pemesanan barang ini dapat dilakukan dengan mengangkat telepon. Salah satu contoh perusahaan di Indonesia yang menerapkan konsep B2B adalah situs www.dagang2000.com milik PT Indosat Adimarga dan www.indonesianexport.com milik PT e-Commerce Nusantara.

2. Pengaruh E-Business terhadap proses Bisnis

Electronic Data Interchange (EDI): adalah protokol Standar, ada sejak era tahun 1970, untuk secara elektronik mentransfer (mengirimkan) informasi antar organisasi serta dalam berbagai proses bisnis.
EDI:
– Meningkatkan tingkat akurasi
– Mengurangi biaya

3. Faktor-faktor keberhasilan pada E-Business

Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan untuk masuk ke dalam e-business, yaitu sebagai berikut :
- Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi

keseluruhan perusahaan.
- Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga

karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun, yaitu :
- Validitas, Integritas, dan Privasi

4. Infrastruktur yang membentuk E-BUSINESS

Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan, terutama internet, menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk e-business. Bagian ini memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan dan mendiskusikan strategis- strategis yang berkaitan dengan metode-metode alternatif yang dapat dipergunakan organisasi dalam mengimplementasikan e-business.



_________________________
I added cool smileys to this message... if you don't see them go to: http://html.expresso.me/smileys