Senin, 17 Oktober 2011

NERACA

PT. ASTRA OTOPARTS Tbk

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

NERACA KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2008 DAN 2007 (Tidak Diaudit)

Halaman - 2 - Page

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Aktiva

Aktiva lancar:

Kas

3,000,000

Piutang usaha

5,000,000

Piutang lain-lain

500,000

Persediaan

5,000,000

Total aktiva lancar

13,500,000

Aktiva tidak lancar:

Piutang yang mempunyai hubungan istimewa

50,000,000

Aktiva pajak tangguhan

20,000,000

Investasi pada perusahaan asosiasi

(5,000,000)

15,000,000

Investasi jangka panjang

2,000,000

Aktiva tetap setelah dikurangi akumulasi penyusutan

(500,000)

1,500,000

Total aktiva tetap

80,000,000

Total aktiva

80,000,000

Kewajiban

Kewajiban jangka pendek:

Pinjaman jangka pendek

5,000,000

Hutang usaha

500,000

Beban yang masih harus dibayar

4,000,000

Total hutang lancar

9,500,000

Kewajiban jangka panjang:

Hutang yang mempunyai hubungan istimewa

20,000,000

Total hutang jangka panjang

20,000,000

Total hutang

29,500,000


Hak minoritas

Equitas

Modal saham

40,000,000

Saldo laba dicadangkan dan belum dicadangkan

20,500,000

Total modal

60,500,000

Total hutang dan modal

150,500,000


PT. ASTRA OTOPARTS Tbk

DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

NERACA KONSOLIDASIAN

30 JUNI 2008 DAN 2007 (Tidak Diaudit)

Halaman - 2 - Page

(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Aktiva

Aktiva lancar:

Kas

Piutang usaha

Piutang lain-lain

Persediaan

Total aktiva lancar

Aktiva tidak lancar:

Piutang yang mempunyai hubungan istimewa

Aktiva pajak tangguhan

Investasi pada perusahaan asosiasi

Investasi jangka panjang

Aktiva tetap setelah dikurangi akumulasi penyusutan

Total aktiva tetap

Total aktiva


Kewajiban

Kewajiban jangka pendek:

Pinjaman jangka pendek

Hutang usaha

Beban yang masih harus dibayar

Total hutang lancar

Kewajiban jangka panjang:

Hutang yang mempunyai hubungan istimewa

Total hutang jangka panjang

Total hutang

Hak minoritas

Equitas

Modal saham

Saldo laba dicadangkan dan belum dicadangkan

Total modal

Total hutang dan modal



_________________________
I added cool smileys to this message... if you don't see them go to: http://e.exps.me

Jumat, 07 Oktober 2011

ANALISIS SISTEM INFORMASI

Analisis Sistem Informasi

Pengertian Analisis Sistem Informasi

Analisis dan rancangan sistem informasi merupakan bagian atau tahapan pengembangan sistem. Tahapan-tahapan pengembangan sistem informasi berhubungan dengan yang lain untuk membentuk suatu siklus.

Peranan Analis Sistem.

Analis sistem secara sistematis menilai bagaimana fungsi bisnis dengan cara mengamati proses input dan pengolahan data serta proses output informasi untuk membantu peningkatan proses organisasional. Dengan demikian, analis sistem mempunyai tiga peranan penting, yaitu :
1. Sebagai konsultan
2. Sebagai ahli pendukung
3. Sebagai agen perubahan

Tugas Analis Sistem

Adapun tugas-tugas yang dilakukan oleh seorang analis sistem adalah :
1. mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen, file, formulir yang digunakan pada sistem yang telah berjalan.
2. menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan dan mengevaluasi kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut dan melaporankan semua kekurangan tersebut kepada pemakai sistem.
3. merancang perbaikan pada sistem tersebut dan menyusun sistem baru.
4. menganalisis dan menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk sistem yang baru dan memberikan argumen tentang keuntungan yang dapat diperoleh dari pemakian sistem yang baru tersebut.
5. mengawasi semua kegiatan terutama yang berkaitan dengan sistem yang baru tersebut.

Penguraian dari suatu Sistem Informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikannya.

Tahapan analisis sistem merupakan tahapan yang sangat penting karena kesalahan di dalam tahapan ini akan menyebabkan kesalahan pada tahapan selanjutnya. Proses analisis sistem dalam pengembangan sistem informasi merupakan suatu prosedur yang dilakukan untuk pemeriksaan masalah dan penyusunan pemecahan masalah yang timbul serta membuat spesifikasi sistem yang baru (Tata Sutabri, 2004: 88).

Tahapan Analisis sistem

• Tahap analisis merupakan tahap yang paling kritis dan sangat penting, karena kesalahan di tahapan ini akan menyebabkan kesalahan di tahap selanjutnya

• Hasil dari analisis sistem adalah:

laporan yang dapat menggambarkan sistem yang telah dipelajari dan diketahui bentuk permasalahannya serta rancangan sistem baru yag akan dibuat atau dikembangakan.

Tujuan Analisis Sistem Informasi

• Memberikan pelayanan kebutuhan informasi kepada fungsi manajerial di dalam pengendalian pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan

• Membantu para pemngambil keputusan

• Mengevaluasi sistem yang telah ada

• Merumuskan tujuan yang ingin dicapai berupa pengolahan data maupun pembuatan laporan baru

• Menyusun suatu tahap rencana pengembangan sistem

Menurut Abdul Kadir (2003: 38) analisis sistem mencakup analisis kelayakan dan analisis kebutuhan yaitu :

Analisis kelayakan

Analisis kelayakan merupakan proses yang mempelajari atau menganalisa permasalahan yang telah ditentukan sesuai dengan tujuan akhir yang akan dicapai. Analisis kelayakan digunakan untuk menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan. Tahapan ini berguna untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan tersebut benar-benar dapat tercapai dengan sumber daya dan dengan memperhatikan kendala yang terdapat pada permasalahan serta dampak terhadap lingkungan sekeliling. Lima macam kelayakan dalam merancang sistem informasi yaitu kelayakan teknik, kelayakan ekonomi, kelayakan operasi, kelayakan hukum dan kelayakan jadwal.

Analisis kebutuhan

Analisis kebutuhan merupakan proses untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan. Spesifikasi kebutuhan adalah spesifikasi yang rinci tentang pengolahan data yaitu jumlah data yang harus diproses, waktu pengolahan saat data siap diproses sampai informasi yang dihasilkan. Spesifikasi ini digunakan untuk membuat kesepakatan dalam pengembangan sistem.

NERACA

PT ASTRA OTOPARTS Tbk
DAN ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES
NERACA KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED BALANCE SHEETS
30 JUNI 2008 DAN 2007 (Tidak Diaudit) AS AT 30 JUNE 2008 AND 2007 (Unaudited)
Halaman - 2 - Page
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise kecuali dinyatakan lain) stated)


Catatan/
2008 Notes 2007
AKTIVA ASSETS
Aktiva lancar Current assets
Kas dan setara kas 468,546 2d,3,38d 237,163 Cash and cash equivalents Piutang usaha, setelah dikurangi Trade receivables, penyisihan piutang ragu-ragu net of provision for doubtful sebesar Rp 10.220 (2007: Rp 13.102) receivables of Rp 10,220 - Pihak yang mempunyai (2007: Rp 13,102)
hubungan istimewa 270,885 2e,2r,4,38e 162,350 Related parties - - Pihak ketiga 517,640 2e,4 449,232 Third parties - Piutang lain-lain 58,451 5 14,933 Other receivables Persediaan, setelah dikurangi Inventories, net of penyisihan persediaan usang provision for obsolete dan lambat bergerak sebesar and slow moving inventory of Rp 4.130 (2007: Rp 8.755) 576,271 2f,6 500,574 Rp 4,130 (2007: Rp 8,755) Pajak dibayar dimuka 28,039 2o,8a 31,754 Prepaid taxes
Jumlah aktiva lancar 1,954,123 1,433,988 Total current assets Aktiva tidak lancar Non-current assets Piutang pihak yang mempunyai Receivables from hubungan istimewa 2,040 2r,38g 3,808 related parties Aktiva pajak tangguhan 52,436 2o,8d 35,299 Deferred tax assets Investasi pada perusahaan asosiasi Investments in associates dan jointly controlled entities 1,085,161 2g,9 946,142 and jointly controlled entities Investasi jangka panjang lain-lain 13,109 2g,10 13,090 Other long term investments Aktiva tetap, setelah dikurangi Fixed assets, net of akumulasi penyusutan accumulated depreciation sebesar Rp 718.844 of Rp 718,844 (2007: Rp 627.734) 658,053 2h,11 751,285 (2007: Rp 627,734) Goodwill 14,955 2g,12 15,048 Goodwill
Aktiva tidak berwujud dan beban Intangible assets and tangguhan 3,081 2i,13 2,271 deferred charges Aktiva lain-lain 58,595 14 60, 669 Other assets Jumlah aktiva tidak lancar 1,887,430 1,827,612 Total non-current assets JUMLAH AKTIVA 3,841,553 3,261,600 TOTAL ASSETS



















PT ASTRA OTOPARTS Tbk DAN
ANAK PERUSAHAAN/AND SUBSIDIARIES

NERACA KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED BALANCE SHEETS
30 JUNI 2008 DAN 2007 (Tidak Diaudit) AS AT 30 JUNE 2008 AND 2007 (Unaudited)
Halaman - 2 - Page
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise kecuali dinyatakan lain) stated)

Catatan/

2008 Notes 2007
KEWAJIBAN LIABILITIES
Kewajiban jangka pendek Current liabilities Pinjaman jangka pendek 51,501 15 99,013 Short-term loans Hutang usaha - Pihak yang mempunyai Trade payables hubungan istimewa 190,629 2r,16,38f 195,762 Related parties - - Pihak ketiga 340,457 16 224,909 Third parties - Hutang lain-lain 21,931 17 29,356 Other payables Hutang pajak 97,268 2o,8b 38,133 Taxes payable Beban yang masih harus dibayar 117,509 18 106,461 Accrued expenses Uang muka pelanggan 13,260 9,079 Customer advances Kewajiban imbalan kerja 7,405 2m, 34 5,511 Employee benefits obligation Bagian jangka pendek dari pinjaman Current portion of jangka panjang 28,737 19 52,604 long-term loans

Jumlah kewajiban jangka pendek 868,697 760,828 Total current liabilities

Kewajiban jangka panjang Non-current liabilities Hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa 35 2r, 38g 500 Payables to related parties Kewajiban pajak tangguhan 2,231 2o,8d 5,147 Deferred tax liabilities Goodwill negatif 1,606 12 56,906 Negative goodwill Kewajiban imbalan kerja 85,575 2m,34 68,438 Employee benefits obligation Pinjaman jangka panjang, setelah Long-term loans, net of dikurangi bagian jangka pendek 228,304 19 234,440 current portion Kewajiban jangka panjang lain-lain 4,792 20 3,901 Other non-current liabilities

Jumlah kewajiban jangka panjang 322,543 369,332 Total non-current liabilities

HAK MINORITAS 120,940 21 122,468 MINORITY INTERESTS
EKUITAS EQUITY Modal saham Share capital Modal dasar – 2.000.000.000 Authorised - 2,000,000,000 saham dengan nilai nominal shares with par value Rp 500 (Rupiah penuh) of Rp 500 (full Rupiah) per saham per share Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully penuh – 771.157.280 saham 385,579 22 385,579 paid - 771,157,280 shares Tambahan modal disetor 55,943 23 55,943 Additional paid-in capital Selisih penilaian kembali aktiva Fixed assets revaluation tetap - 2h 41,260 reserve Perubahan ekuitas anak perusahaan Changes in equity of dan perusahaan asosiasi 18,139 2g,24 18,139 subsidiaries and associates Differences in value of r estructuring transactions Selisih nilai transaksi restrukturisasi among entities under entitas sepengendali (10,923) 2k,25 (10,923) common control Saldo laba Retained earnings Dicadangkan 45,000 36 37,500 Appropriated Belum dicadangkan 2,035,635 1,481,474 Unappropriated

Jumlah ekuitas 2,529,373 2,008,972 Total equity
KEWAJIBAN DAN TOTAL LIABILITIES AND EKUITAS 3,841,553 3,261,600 EQUITY
 AKTIVA

AKTIVA LANCAR

• Kas dan setara kas
• Piutang Usaha
• Piutang lain-lain
• Persediaan
• Pajak dibayar dimuka
• Uang muka dan Beban dibayar dimuka

AKTIVA TIDAK LANCAR

• Piutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa
• Aktiva pajak tangguhan
• Investasi pada perusahaan asosiasi
• Investasi jangka panjang
• Aktiva ttetap setelah dikurangi akumulasi penyusutan
• Goodwill
• Aktiva tidak terwujud dan beban tangguhan
• Aktiva lain-lain



 KEWAJIBAN

KEWAJIBAN JANGKA PENDEK

• Pinjaman jangka pendek
• Hutang Usaha
• Hutang Lain-lain
• Hutang pajak
• Beban yang masih harus dibayar
• Uang muka pelanggan
• Kewajiban imbalan kerja
• Beban jangka pendek dari pinjaman jangka panjang

KEWAJIBAN JANGKA PANJANG

• Hutang yang mempunyai hubungan istimewa
• Kewajiban pajak tangguhan
• Goodwill negative
• Kewajiban imbalan kerja
• Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian jangka pendek
• Kewajiban jangka panjang lain-lain



 HAK MINORITAS

EKIUTAS

• Modal saham
• Tambahan modal disetor
• Selisih penilaian kembali aktiva tetap
• Perubahan ekuitas anak perusahaan dan perusahaan asosiasi
• Selisih nilai transaksi resrtukturisasi entitas sepengendali
• Saldo laba dicadangkan dan belum dicadangkan

Senin, 03 Oktober 2011

RUANG LINGKUP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (S I A)

RUANG LINGKUP SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (S I A)

A. PENGERTIAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (S I A)
Sistem Informasi Akuntansi. Sistem informasi pada dasarnya adalah sekelompok unsur, yang, saling terkait satu dengan yang lainnya, sehingga dapat memproses data transaksi yang di butuhkan yang berfungsi bersama untuk mencapai suatu tujuan. Demikian pula dengan SIA, merupakan gabungan dari tiga unsur kata yaitu sistem, informasi dan akuntansi, masing-masing kata yang tergabung dalam pengertian system, informasi, akuntansi tersebut memiliki maknanya sendiri. Berikut ini lah pengertian-pengertian mengenai Sistem Informasi Akuntansi (SIA) menurut para ahli :
1. Wilkinson (1991)
Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan suatu kerangka pengkordinasian sumber daya (data, meterials, equipment, suppliers, personal, and funds) untuk mengkonversi input berupa data ekonomik menjadi keluaran berupa informasi keuangan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan suatu entitas dan menyediakan informasi akuntansi bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
2. Gelinas, Orams, dan Wiggins (1997)
Mendefinisikan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) sebagai subsistem khusus dari Sistem Informasi Manajemen yang tujuannya adalah menghimpun, memproses dan melaporkan informsi yang berkaitan dengan transaksi keuangan.
B. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ( S I A ) dan PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Kata-kata “sistem” dan “organisasi” tak pernah lekang dari kata “informasi”, terutama ketika para peneliti teori sistem berhasil mengidentifikasi satu unsur penting lainnya, yaitu “pengambilan keputusan” (decision making). Saat ini, semua orang yang mempelajari organisasi dan manajemen sudah mahfum bahwa sekumpulan manusia dapat bekerjasama dan mencapai sebuah tujuan jika ada tata-kelola dalam soal pengambilan keputusan. Tanpa pengambilan keputusan, sebuah organisasi kehilangan arah dan akhirnya bubar.Menarik untuk diketahui, kalau kita “mengambil keputusan” maka sebenarnya kita melalukan proyeksi dan mengandaikan bahwa ada sesuatu yang akan terjadi. Pengambilan keputusan selalu terjadi sebelum kita melakukan aksi atau aktivitas tertentu. Dengan kata lain, pengambilan keputusan selalu mendahului “kejadian” (events). Selain itu, kalau kita “mengambil keputusan” dalam sebuah organisasi maka ada prasyarat kebersamaan di dalamnya. Lebih menarik lagi untuk diketahui, sebagai sebuah proyeksi yang mengandung dugaan tentang sesuatu yang akan terjadi, maka setiap keputusan memerlukan “bahan mentah” atau “masukan” berupa informasi. Setiap pengambil keputusan memerlukan gambaran tentang apa saja yang sudah terjadi untuk membayangkan apa yang akan terjadi setelah keputusan diambil.

Dalam kehidupan berorganisasi, setiap pengambilan keputusan berdasarkan pada keadaan yang terjadi di dalam (internal) maupun di luar (eksternal) organisasi. Itu sebabnya, pengambilan keputusan langsung berkaitan dengan pengelolaan informasi. Persoalan pengelolaan informasi untuk pengambilan keputusan di sebuah organisasi inilah yang jadi objek kajian kita. Salah satu teori yang dapat kita pakai untuk penelitian tentang objek kajian ini datang dari O’Reilly (1982, 1983). Secara khusus, O’Reilly mengajak kita memeriksa kemampuan manusia mengelola informasi (human information processing capacity) dalam konteks kehidupan berorganisasi.
Dalam pembahasannya, O’Reilly juga mempersoalkan “relevansi” informasi yang akan dijadikan masukan bagi pengambilan keputusan. Maksudnya, setiap pengambilan keputusan didahului oleh sebuah upaya mencari dan menemukan informasi yang relevan. Itu sebabnya, pengambilan keputusan langsung berkaitan dengan perilaku informasi (information behavior). Ketika kita meletakkan semua ini dalam konteks kehidupan organisasi, maka terlihatlah kompleksitas yang amat menarik untuk dikaji.Salah satu aspek yang menjadi pusat perhatian O’Reilly adalah kaitan antara perilaku informasi dan hubungan kekuasaan (power relations) di dalam sebuah organisasi. Menurut teorinya, informasi yang akan dipakai sebagai bahan pengambilan keputusan dipengaruhi oleh hal-hal berikut:
1. Kekuasaan si pemberi informasi (atau si sumber informasi) atas si pengambil keputusan. Semakin berkuasa pihak yang memberi informasi, semakin mungkin informasi itu digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Ini kedengarannya lumrah banget. Informasi dari big boss sudah pasti diprioritaskan oleh semua bawahan yang berwenang mengambil keputusan. Kalau si pengambil keputusan itu sendiri adalah seorang big boss, mungkin dia akan mencari orang tertentu yang dianggapnya lebih berkuasa, walau orang ini berada di luar organisasi. Banyak big boss yang punya “dukun” untuk membantunya mengambil keputusan
2. Relevansi informasi terhadap tugas yang harus dilakukan seorang pengambil keputusan. Ini juga lumrah. Seorang pengambil keputusan akan mendahulukan informasi yang relevan untuk tugas-tugasnya terlebih dahulu, baru mempertimbangkan informasi yang relevan untuk tugas orang lain.
3. Kaitan antara informasi dengan sistem insentif dan dis-insentif. Secara bercanda, kita bisa mengatakan bahwa informasi yang menguntungkan kedudukan seseorang pasti lebih diprioritaskan, apalagi kalau informasi itu tidak menguntungkan bagi saingan di kantor .
4. Kontribusi informasi terhadap tindakan yang akan menimbulkan imbalan positif. Berkaitan dengan butir 3 di atas, setiap pengambil keputusan akan mendahulukan informasi yang menurutnya akan menghasilkan reaksi positif dari rekan-rekan sesama kantor, apalagi kalau hasilnya menimbulkan pujian kepada si pengambil keputusan.
5. Kontribusi informasi bagi keuntungan pribadi. Masih berkaitan dengan butir 3 dan 4, setiap orang di semua lapisan organisasi pasti memikirkan keuntungan pribadi, dan jika ada informasi yang nantinya akan menguntungkan secara pribadi, maka informasi itulah yang jadi prioritas untuk dijadikan landasan pengambilan keputusan.
6. Kaitan antara informasi dengan potensi konflik. Berkaitan dengan butir 4, semakin sedikit konflik yang ditimbulkan oleh sebuah informasi, semakin mungkin informasi itu digunakan dalam pengambilan keputusan. Pada dasarnya O’Reilly beranggapan bahwa anggota-anggota sebuah organisasi cenderung menghindari konflik.
7. Kemudahan penggunaan informasi, dilihat dari segi kepampatan (compact) dan kejelasan. Tentu saja, semakin mudah sebuah informasi dicerna, semakin mungkin informasi itu dipilih untuk mengambil keputusan.
8. Hubungan antara pemberi informasi dan pengguna informasi, khususnya jika informasi ini bersifat lisan. Dalam situasi yang sesungguhnya, menurut O’Reilly banyak sekali pengambilan keputusan yang dilakukan berdasarkan informasi lisan dari orang-orang yang dianggap “dekat”.
9. Keterpercayaan. Berkaitan dengan butir 8, seorang pengambil keputusan akan cenderung menggunakan informasi dari “sumber-sumber yang dapat dipercaya”. Seringkali, pertimbangan ini bersifat subjektif, walau juga dipengaruhi oleh pengalaman dan situasi hubungan inter-personal di dalam sebuah organisasi.
C. SIKLUS PENCATATAN TRANSAKSI PADA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI ( S I A )
Siklus pencatatan transaksi pada sistem informasi akuntansi (S I A) di bagi menjadi empat bagian, yaitu :
1. GAMBARAN UMUM PEMROSESAN TRANSAKSI
Kegiatan ekonomi yang mempengaruhi aktiva dan akuitas perusahaan dicerminkan dalam akun-akunnya, dan diukur dalam satuan mata uang. Transaksi keuangan yang paling umum adalah pertukaran ekonomi dengan pihak eksternal. Transaksi keuangan adalah kegiatan bisnis umum yang terjadi secara rutin. Secara efisien, perusahaan mengelompkkan jenis-jenis transaksi yang sama kedalam siklus-siklus transaksi sebagai berikut :
Siklus Transaksi
Dalam siklus ini terdapat tiga siklus transaksi yang memproses sebagian besar aktivitas ekonomi perusahaan,yaitu siklus pengeluaran, siklus konversi, dan siklus pendapatan. Siklus-siklus ini terdapat dalam semua jenis bisnis, baik yang mencari laba maupun yang nirlaba.
Siklus Pengeluaran
Aktivitas bisnis dimulai dengan pemerolehan bahan baku, properti, dan tenaga kerja melalui pertukaran dengan kas, siklus pengeluaran. Kebanyakan transaksi pengeluaran didasarkan pada hubungan kredit di antara mitra dagang. Pengeluaran kas aktual dilakukan pada saat yang sama dengan penerimaan barang dan jasa. Dalam siklus ini terdapat subsistem-subsistem utama yaitu ; sistem pembelian/utang, sistem pengeluaran kas, sistem penggajian, dan sistem aktiva tetap.

Siklus Konversi
Siklus konversi terdiri atas dua subsistem utama ; sistem produksi dan sistem akuntansi biaya. Sistem produksi melibatkan perencanaan, penjadwalan, dan pengendalian produk fisik melalui proses produksi. Sedangkan sistem akuntansi biaya memantau arus informasi biaya yang berkaitan dengan produksi.
Siklus Pendapatan
Siklus pendapatan melibatkan pemrosesan penjualan tunai, penjualan kredit, dan penerimaan kas setelah penjualan kredit. Transaksi siklus pendapatan juga memiliki komponen fisik kas dan keuangan, yang diproses secara terpisah.
2. PENCATATAN AKUNTANSI
Sistem Manual
Sistem manual juga disebut sistem tradisional yang terdiri dari proses-proses berikut ;
• DOKUMEN.
Dokumen menyediakan bukti dari kegiatan ekonomi dan dapat digunakan untuk memulai pemrosesan transaksi. Yang terdiri atas : Dokumen Sumber. Dokumen sumber digunakan untuk menangkap dan menformalisasikan data transaksi yang diperlukan untuk memproses siklus transaksi. Dokumen Produk. Dokumen produk adalah hasil dari pemrosesan transaksi, bukan dokumen yang memicu mekanisme proses. Dokumen Perputaran. Dokumen perputaran adalah dokumen produk dari satu sistem yang menjadi dokumen sumber dari sistem lainnya.
• JURNAL.
Jurnal adalah catatan ayat-ayat secara kronologis. Dokumen merupakan sumber data bagi jurnal. Terdapat dua jenis jurnal, yaitu : Jurnal Khusus. Jurnal khusus digunakan untuk mencatat kelas transaksi khusus yang muncul dalam volume besar. Kemudian Jurnal Umum. Jurnal umum digunakan untuk mencatat transaksi yang jarang terjadi atau tidak sama.
• BUKU BESAR.
Buku besar adalah buku akun keuangan, yang mencerminkan pengaruh keuangan dari transaksi setelah dibukukan dari berbagai jurnal. Terdapat dua jenis buku besar : Buku Besar Umum. Berisi akun perusahaan dalam bentuk rangkuman dari akun pengendali, Buku Besar Pembantu. Berisi perincian akun individual yang membentuk akun pengendali tertentu.
Sistem Berbasis Komputer
Terdiri atas :
• JENIS FILE.
Tersaji dalam empat jenis file magnetis yang berbeda : file master umumnya berisi data akun. Nilai data dalam file master diperbaharui dari transaksi. File transaksi adalah file sementara yang menyimpan catatan yang akan digunakan untuk mengubah atau memperbaharui data dalam file master. File referensi menympan data yang digunakan sebagai standar untuk memproses transaksi. File arsip berisi catatan transaksi masa lalu yang dipertahankan untuk referensi masa depan.
• TEKNIK DOKUMENTASI
Kemampuan untuk mendokumentasikan sistem dalam bentuk grafik merupakan keahlian penting yang perlu dikuasai oleh akuntan. Ada enam teknik dokumentasi dasar yang diperkenalkan dalam bagian ini, yaitu :
Diagram Arus Data dan Diagram Relasi Entitas
Dalam diagram ini terdapat dua teknik dalam mendesain dan mendokumentasikan sistem yang banyak digunakan adalah Diagram Arus Data menggunakan simbol-simbol untuk menyajikan entitas, proses, arus data, dan penyimpanan data yang berkaitan dengan suatu sistem.
Relasi Entitas adalah teknik dokumentasi yang digunakan untuk menyajikan relasi antara entitas. Entitas adalah sumber daya fisik, kegiatan, pelaku yang akan digunakan oleh organisasi untuk mendapatkan data. Hubungan antara Diagram ER dan Arus Data mencerminkan berbagai aspek dari sistem yang sama, namun saling berhubungan dan bisa direkonsiliasi.
Bagan Alir
Bagan alir adalah representasi grafis dari sistem yang mendeskripsikan relasi fisik di antara entitas-entitas intinya. Bagan alir dapat digunakan untuk menyajikan aktivitas manual, aktivitas pemrosesan komputer, atau keduanya. Bagan alir terdiri dari : Bagan alir dokumen digunakan untuk menggambarkan elemen-elemen dari sistem manual, termasuk catatan akuntansi, departemen organisasional yang terlibat dalam proses, dan aktivitas yang dilakukan dalam departemen tersebut.
Bagan alir sistem menggambarkan aspek-aspek komputer dalam sebuah sistem. Bagan alir sistem menggambarkan relasi antara data input, file transaksi, program komputer, file utama, dan laporan output yang dihasilkan oleh sistem tersebut. Pemrosesan batch memungkinkan efisiensi manajemen untuk volume transaksi dalam jumlah besar. Batch adalah sekelompok transaksi yang serupa yang diakumulasi sepanjang waktu dan kemudian diproses bersama-sama. Bagan alir program digunakan untuk memverifikasi kebenaran logika program dan membandingkan antara bagan alir dengan kode program aktual untuk menentukan apakah program tersebut pada kenyataannya melakukan apa yanag dideskripsikan oleh dokumentasi.
Diagram Tata Letak Record
Diagram tata letak record digunakan untuk mengungkapkan struktur internal record yang membentuk file atau tabel basis data. Diadram tata letak biasanya menunjukkan nama, jenis data, dan panjang setiap atrribut dalam record. Informasi struktur data yang terperinci diperlukan untuk tugas-tugas seperti identifikasi jenis-jenis terentu kegagalan sistem, analisis laporan kesalahan, dan desain uji logika komputer untuk tujuan audit dan debugging.
3. SISTEM AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER
Sistem akuntansi berbasis komputer di bagi menjadi dua kelompok besar : sistem batch, dan sistem real time. Sejumlah konfigurasi alternatif terdapat dalam setiap kelompok. Para desainer sistem mendasarkan pilihan konfigurasinya pada berbagai pertimbangan. Perbedaan antara sistem batch dan real time :
Jangka waktu informasi : Dalam sistem batch terdapat jeda antara waktu terjadinya kegiatan ekonomi dengan waktu pencatatannya, sedangkan pada sistem real time pemrosesan dilakukan pada saat terjadi kegiatan ekonomi.
Sumber daya : Sistem batch umumnya lebih sedikit sumber daya yang dibutuhkan, sedangkan pada sistem real time sumber daya yang dibutuhkan lebih banyak.
Efisiensi operasional: pada sistem batch record tertentu diproses setelah peristiwa terjadi untuk menghindari penundaan operasional, sedangkan pada sistem real time semua record yang berkaitan dengan peristiwa doproses segera.

Jumat, 01 April 2011

INDONESIA

INDONESIA
Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara (Kepulauan Antara). Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006. Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Peninggalan fosil-fosil Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki "Manusia Jawa", menimbulkan dugaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu. Bangsa Austronesia, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari Taiwan. Mereka tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan. Kondisi tempat yang ideal bagi pertanian, dan penguasaan atas cara bercocok tanam padi setidaknya sejak abad ke-8 SM, menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan kecil tumbuh berkembang dengan baik pada abad pertama masehi. Selain itu, Indonesia yang terletak di jalur perdagangan laut internasional dan antar pulau, telah menjadi jalur pelayaran antara India dan Cina selama beberapa abad. Sejarah Indonesia selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari kegiatan perdagangan tersebut.


Sejak abad ke-1 kapal dagang Indonesia telah berlayar jauh, bahkan sampai ke Afrika. Sebuah bagian dari relief kapal di candi Borobudur, k. 800 M.
Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa sejak abad ke-4 hingga abad ke-14. Kutai, merupakan kerajaan tertua di Nusantara yang berdiri pada abad ke-4 di hulu sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Di wilayah barat pulau Jawa, pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M berdiri kerajaan Tarumanegara. Pemerintahan Tarumanagara dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dari tahun 669 M sampai 1579 M. Pada abad ke-7 muncul kerajaan Malayu yang berpusat di Jambi, Sumatera. Sriwijaya mengalahkan Malayu dan muncul sebagai kerajaan maritim yang paling perkasa di Nusantara. Wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa, semenanjung Melayu, sekaligus mengontrol perdagangan di Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan.[16] Di bawah pengaruh Sriwijaya, antara abad ke-8 dan ke-10 wangsa Syailendra dan Sanjaya berhasil mengembangkan kerajaan-kerajaan berbasis agrikultur di Jawa, dengan peninggalan bersejarahnya seperti candi Borobudur dan candi Prambanan. Di akhir abad ke-13, Majapahit berdiri di bagian timur pulau Jawa. Di bawah pimpinan mahapatih Gajah Mada, kekuasaannya meluas sampai hampir meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut "Zaman Keemasan" dalam sejarah Indonesia.
Kedatangan pedagang-pedagang Arab dan Persia melalui Gujarat, India, kemudian membawa agama Islam. Selain itu pelaut-pelaut Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam, juga pernah menyinggahi wilayah ini pada awal abad ke-15. Para pedagang-pedagang ini juga menyebarkan agama Islam di beberapa wilayah Nusantara. Samudera Pasai yang berdiri pada tahun 1267, merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.
Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan rempah-rempah. Portugis pertama kali mendarat di dua pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tapi dapat diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasai Maluku. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Portugis). Pada masa itulah agama Kristen masuk ke Indonesia sebagai salah satu misi imperialisme lama yang dikenal sebagai 3G, yaitu Gold, Glory, and Gospel. Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19.


Johannes van den Bosch, pencetus Cultuurstelsel.
Di bawah sistem Cultuurstelsel (Sistem Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus. Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika, yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di Hindia-Belanda.
Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943.


Soekarno, presiden pertama Indonesia.
Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia. Setelah perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah kemerdekaan, tiga pendiri bangsa yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir masing-masing menjabat sebagai presiden, wakil presiden, dan perdana menteri. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka.
Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal oleh orang Belanda sebagai 'aksi kepolisian' (Politionele Actie), atau dikenal oleh orang Indonesia sebagai Agresi Militer. Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember 1949 sebagai negara federal yang disebut Republik Indonesia Serikat setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutama Amerika Serikat. Mosi Integral Natsir pada tanggal 17 Agustus 1950, menyerukan kembalinya negara kesatuan Republik Indonesia dan membubarkan Republik Indonesia Serikat. Soekarno kembali menjadi presiden dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden dan Mohammad Natsir sebagai perdana menteri.
Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti sekaligus merintis gerakan non-blok pada awalnya, kemudian menjadi lebih dekat dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat Cina dan Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara tetangga, Malaysia ("Konfrontasi"), dan ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal dan sejumlah perwira menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinya Orde Baru yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional menjadi berdasarkan paham sosialis-komunis. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno.


Hatta, Sukarno, dan Sjahrir, tiga pendiri Indonesia.
Jenderal Soeharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme. Sementara itu kondisi fisik Soekarno sendiri semakin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut kewarganegaraannya. Tiga puluh dua tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama.
Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil mendatangkan investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom lulusan Departemen Ekonomi Universitas California, Berkeley, yang dipanggil "Mafia Berkeley". Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998.
Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004 pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono.
Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan, terutama Papua. Timor Timur akhirnya resmi memisahkan diri pada tahun 1999 setelah 24 tahun bersatu dengan Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor Leste.
Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.) Kejadian ini disusul oleh gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami yang menghantam Pantai Pangandaran dan sekitarnya, serta banjir lumpur di Sidoarjo pada 2006 yang tidak kunjung terpecahkan.

Indonesia saat ini terdiri dari 33 provinsi, lima di antaranya memiliki status yang berbeda. Provinsi dibagi menjadi 399 kabupaten dan 98 kota yang dibagi lagi menjadi kecamatan dan lagi menjadi kelurahan, desa, gampong, kampung, nagari, pekon, atau istilah lain yang diakomodasi oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Tiap provinsi memiliki DPRD Provinsi dan gubernur; sementara kabupaten memiliki DPRD Kabupaten dan bupati; kemudian kota memiliki DPRD Kota dan walikota; semuanya dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilu dan Pilkada. Bagaimanapun di Jakarta tidak terdapat DPR Kabupaten atau Kota, karena Kabupaten Administrasi dan Kota Administrasi di Jakarta bukanlah daerah otonom.
Provinsi Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua Barat, dan Papua memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan tingkat otonomi yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya. Contohnya, Aceh berhak membentuk sistem legal sendiri; pada tahun 2003, Aceh mulai menetapkan hukum Syariah. Yogyakarta mendapatkan status Daerah Istimewa sebagai pengakuan terhadap peran penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia selama Revolusi. Provinsi Papua, sebelumnya disebut Irian Jaya, mendapat status otonomi khusus tahun 2001. DKI Jakarta, adalah daerah khusus ibukota negara. Timor Portugis digabungkan ke dalam wilayah Indonesia dan menjadi provinsi Timor Timur pada 1979–1999, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor Leste.
Provinsi di Indonesia dan ibukotanya
Sumatera
• Aceh - Banda Aceh
• Sumatera Utara - Medan
• Sumatera Barat - Padang
• Riau - Pekanbaru
• Kepulauan Riau - Tanjung Pinang
• Jambi - Jambi
• Sumatera Selatan - Palembang
• Kepulauan Bangka Belitung - Pangkal Pinang
• Bengkulu - Bengkulu
• Lampung - Bandar Lampung
Jawa
• Daerah Khusus Ibukota Jakarta
• Banten - Serang
• Jawa Barat - Bandung
• Jawa Tengah - Semarang
• Daerah Istimewa Yogyakarta - Yogyakarta
• Jawa Timur - Surabaya
Kepulauan Sunda Kecil
• Bali - Denpasar
• Nusa Tenggara Barat - Mataram
• Nusa Tenggara Timur - Kupang
Kalimantan
• Kalimantan Barat - Pontianak
• Kalimantan Tengah - Palangka Raya
• Kalimantan Selatan - Banjarmasin
• Kalimantan Timur - Samarinda
Sulawesi
• Sulawesi Utara - Manado
• Gorontalo - Gorontalo
• Sulawesi Tengah - Palu
• Sulawesi Barat - Mamuju
• Sulawesi Selatan - Makassar
• Sulawesi Tenggara - Kendari
Kepulauan Maluku
• Maluku - Ambon
• Maluku Utara - Sofifi
Papua bagian barat
• Papua Barat - Manokwari
• Papua - Jayapura